HUT RI: Ramadan, Lomba-lomba Fisik Ditiadakan

Berita Kota Solo - HUT RI: Ramadan, Lomba-lomba Fisik Ditiadakan

SOLO--Aneka permainan dan lomba tujuhbelasan seperti balap karung, tarik tambang dan sebagainya yang biasanya memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI di Komplek Balaikota Solo tahun ini ditiadakan.

Peringatan tujuhbelasan yang bersamaan dengan bulan Ramadan membuat pemkot mengurangi perayaan yang menguras fisik. Sebagai gantinya, pemkot mengadakan lomba menyanyi dan lomba puisi antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Seperti terlihat di Balai Tawangarum, Jumat (3/8/2012) pagi. Sebanyak 20 pegawai dari sembilan bagian di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Solo mengikuti lomba menyanyi bertajuk Solo Vokal.

Dalam lomba itu masing-masing peserta harus menyanyikan dua lagu, yakni satu lagu nasional dan satu lagu daerah. Pemenang lomba itu akan mewakili setda dalam lomba vokal antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada 8-9 Agustus 2012.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga salah satu panitia peringatan HUT Kemerdekaan RI, Eny Tyasni Susana, mengungkapkan dalam lomba itu dipilih lagu-lagu nasional dan daerah dengan tujuan mengingatkan para PNS tentang lagu-lagu sekaligus meningkatkan semangat nasionalisme.

“Untuk HUT RI tahun ini karena bersamaan dengan Bulan Ramadan, perayaan dengan kegiatan fisik dikurangi. Gantinya adalah lomba menyanyi, lomba puisi dan lain sebagainya, dengan tetap  mengangkat tema-tema nasionalisme,” jelas Eny, kepada wartawan di sela-sela acara.


Berita Jumat, 03/8/2012 - sumber: Solopos

Berita Lainnya:
  • PEMBANGUNAN TERMINAL TIRTONADI: Sidak, Komisi III Desak Pemkot Lobi Pemerintah Pusat
  • SALURAN PEMBUANGAN AIR Selter Manahan Tak Memadai
  • Ratusan Umat Islam Galang Dukungan untuk Rohingya
  • Bahan Terbakar pada Cumi-Cumi Diduga Parafin
  • GAPURA MAKUTHA: Lampaui Deadline, Investor Gapura Minta Toleransi
  • PEMBANGUNAN TERMINAL TIRTONADI: Sidak, Komisi III Desak Pemkot Lobi Pemerintah Pusat

    Berita Kota Solo - PEMBANGUNAN TERMINAL TIRTONADI: Sidak, Komisi III Desak Pemkot Lobi Pemerintah Pusat

    SOLO–Jajaran Komisi III DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Terminal Tirtonadi Solo, Kamis (2/8/2012).

    Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi III, Honda Hendarto, didampingi Kepala Terminal Tirtonadi, MV Djamila dan sejumlah stafnya, mengecek ke beberapa bagian dari bangunan baru yang merupakan pengembangan dari terminal lama tersebut.

    Terminal baru yang direncanakan dibangun hingga tiga lantai tersebut, saat ini tengah diselesaikan dengan tambahan anggaran dari APBN. Ditargetkan, akhir tahun nanti, lantai satu sudah dapat dioperasikan untuk sejumlah bus AKAP/AKDP. Sayangnya, untuk pengembangan di lantai dua belum terlihat kesiapan apapun.

    Hal itu menjadi perhatian bagi Komisi III. Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) segera melakukan upaya optimal untuk menyelesaikan pembangunan terminal baru lantai dua dan lantai tiga. ”Seharusnya sudah bisa dimulai Januari 2012 kemarin. Tapi hingga saat ini ternyata belum. Hal ini sangat disayangkan,” ujar Honda saat ditemui wartawan di sela-sela sidak, Kamis.

    Sehingga pihaknya meminta Pemkot segera mengambil langkah untuk terus melobi kepada pemerintah pusat demi terkucurkannya anggaran untuk menyelesaikan pengembangan terminal tersebut. Sebab dipastikan APBD Kota Solo tidak akan mencukupi untuk melakukan pembangunan lantai atas. Cara lain adalah dengan menggandeng investor.

    ”Selama ini kan baru wacana-wacana. Seharusnya Pemkot juga serius untuk segera mengupayakan penyelesaian pembangunan terminal ini, apapun caranya, baik itu dengan mengajukan dana ke pusat ataupun menggandeng investor,” tegas Honda.


    Berita Kamis, 02/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • SALURAN PEMBUANGAN AIR Selter Manahan Tak Memadai
  • Ratusan Umat Islam Galang Dukungan untuk Rohingya
  • Bahan Terbakar pada Cumi-Cumi Diduga Parafin
  • GAPURA MAKUTHA: Lampaui Deadline, Investor Gapura Minta Toleransi
  • MAKANAN MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA Ditemukan Dalam Sidak
  • SALURAN PEMBUANGAN AIR Selter Manahan Tak Memadai

    Berita Kota Solo - SALURAN PEMBUANGAN AIR Selter Manahan Tak Memadai

    SOLO--Pembangunan puluhan selter baru pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Manahan, Solo, belum dilengkapi dengan fasilitas saluran pembuangan air yang memadai.

    Hal itu diketahui saat jajaran Komisi III DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Manahan Solo untuk melihat pembangunan selter-selter PKL, Kamis (2/8/2012).

    Proyek selter PKL tersebut didanai APBD Kota Solo 2012 sekitar Rp390 juta. Menurut anggota Komisi III DPRD Kota Solo, Ana Budiarti, tidak memadainya saluran pembuangan air tersebut dikhawatirkan dapat memunculkan persoalan terhadap kondisi kawasan tersebut, khususnya dengan adanya penumpukan sampah dari sisa-sisa makanan atau minuman yang nantinya dibuang oleh para PKL di kawasan itu.

    “Sangat dimungkinkan para PKL akan membuang sisa-sisa makanan atau minumannya di saluran air yang ada di belakang selter mereka. Ini [di belakang selter] ada, tapi ukurannya kecil. Lha, nanti kalau sampahnya banyak dan saluran itu tidak bisa mengalir tentunya akan menumpuk. Bisa saja nanti malah muncul genangan air kalau musim hujan karena penumpukan itu,” ujar Ana saat bersama jajaran Komisi III DPRD Kota Solo saat sidak.

    Sekretaris Komisi III, Quatly Abdulkadir Alkatiri yang saat itu ikut dalam sidak tersebut, membenarkan perlunya penyediaan saluran pembuangan di selter-selter tersebut. “Ya kalau memang tidak memadai, nantinya sulit,” katanya.

    Sayangnya, saat sidak, tidak terlihat pengawas ataupun direksi dari rekanan Pemkot yang mengerjakan proyek tersebut. Ketua Komisi III, Honda Hendarto, berharap nantinya selter-selter tersebut dapat dilengkapi dengan fasilitas saluran pembuangan air yang memadai. “Ya nanti akan kami beri masukan ke DPP [Dinas Pengelolaan Pasar] selaku pengguna anggaran untuk pembangunan selter-selter PKL ini,” kata Honda.


    Berita Kamis, 02/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Ratusan Umat Islam Galang Dukungan untuk Rohingya
  • Bahan Terbakar pada Cumi-Cumi Diduga Parafin
  • GAPURA MAKUTHA: Lampaui Deadline, Investor Gapura Minta Toleransi
  • MAKANAN MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA Ditemukan Dalam Sidak
  • PEMUDIK DI REST AREA Solo Bakal Dihibur Kesenian Tradisional
  • Ratusan Umat Islam Galang Dukungan untuk Rohingya

    Berita Kota Solo - Ratusan Umat Islam Galang Dukungan untuk Rohingya

    SOLOâ€"Ratusan umat Islam menghadiri Dialog dan Pemutaran Film tentang Genosida Muslim Rohingya Myanmar, di Masjid Istiqlal, Sumber Solo, Rabu (1/8/2012) malam.

    Mereka menggalang dukungan untuk membantu saudara sesama muslim mereka di Rohingya. Ada kotak infak yang diperuntukkan bagi muslim Rohingya pada acara itu.

    Ketua Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Imam Akbari, menyampaikan perlunya dukungan dari umat Islam. Imam menyatakan bantuan bisa berupa apa saja termasuk doa-doa yang dipanjatkan untuk mereka.

    Aksi di jalan dan penggalangan dana perlu dilakukan untuk mengingatkan umat Islam yang masih terlena atau terpaku melihat kejadian Rohingya.

    Imam berharap kejadian yang menimpa Rohingya bisa menjadi momentum bersatunya umat muslim di dunia.

    “Siapapun yang masih merasa memiliki sebagai saudara, sudah sepantasnya memberikan kepedulian kepada mereka [muslim Rohingya],” ujar Imam.


    Berita Kamis, 02/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Bahan Terbakar pada Cumi-Cumi Diduga Parafin
  • GAPURA MAKUTHA: Lampaui Deadline, Investor Gapura Minta Toleransi
  • MAKANAN MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA Ditemukan Dalam Sidak
  • PEMUDIK DI REST AREA Solo Bakal Dihibur Kesenian Tradisional
  • GPH HERWASTO KUSUMO Dinilai Sangat Berkomitmen Dengan Karya Mangkunegaran
  • Bahan Terbakar pada Cumi-Cumi Diduga Parafin

    Berita Kota Solo - Bahan Terbakar pada Cumi-Cumi Diduga Parafin

    SOLO--Kabid Upaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Setyowati, menduga bahan terbakar pada makanan ringan bernama Cumi-Cumi yang ditemukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Solo, Selasa (31/7/2012) lalu adalah parafin atau lilin.

    Titik, sapaan akrabnya, mengungkapkan parafin memang kerap digunakan pada minyak untuk membuat makanan. Penggunaan bahan itu termasuk yang dilarang karena membahayakan kesehatan. “Harusnya ya tidak boleh,” katanya kepada wartawan saat dimintai tanggapannya mengenai temuan BPSK itu, Rabu (1/8), di balaikota.

    Kendati demikian, dugaan itu harus dipastikan dulu melalui pemeriksaan laboratorium. Titik mengaku belum berencana memeriksa langsung makanan ringan tersebut ke produsennya. Menurut Titik, hal itu baru bisa dilakukan jika sudah ada laporan resmi dari pihak yang menemukan, dalam hal itu, BPSK.

    “Kami harus tahu dulu dong laporannya seperti apa, lokasi temuannya di mana dan sebagainya. Yang jelas kalau terbukti berdasarkan pemeriksaan laboratoium ya produsennya akan kena sanksi,” ujar Titik.

    Sebagaimana diinformasikan, BPSK menemukan makanan ringan yang diduga dicampur dengan bahan kimia dari plastik. Dugaan itu muncul lantaran makanan itu langsung terbakar ketika disulut api, lalu mengeluarkan bau seperti plastik terbakar.


    Berita Rabu, 01/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • GAPURA MAKUTHA: Lampaui Deadline, Investor Gapura Minta Toleransi
  • MAKANAN MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA Ditemukan Dalam Sidak
  • PEMUDIK DI REST AREA Solo Bakal Dihibur Kesenian Tradisional
  • GPH HERWASTO KUSUMO Dinilai Sangat Berkomitmen Dengan Karya Mangkunegaran
  • DITEMUKAN, MAKANAN RINGAN Diduga Dicampur Bahan Plastik
  • GAPURA MAKUTHA: Lampaui Deadline, Investor Gapura Minta Toleransi

    Berita Kota Solo - GAPURA MAKUTHA: Lampaui Deadline, Investor Gapura Minta Toleransi

    SOLO-PT Rizki Adi Perkasa (RAP) selaku investor Gapura Makutha meminta tambahan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan  pembangunan gapura di Jl Adisucipto, Solo itu. Hingga batas waktu yang disepakati, 31 Juli 2012, gapura itu belum juga kelar.

    Kuasa Direksi PT RAP, Agus Rulyanto Wibowo, kepada wartawan seusai rapat koordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Suharto, di balaikota, Rabu (1/8/2012) siang, mengungkapkan pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan pengerjaan proyek itu sesuai jadwal.

    Agus pun meyakini seandainya tidak diminta berhenti sementara tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang ke Solo untuk menghadiri peringatan hari lahir (harlah) NU beberapa waktu lalu, pembangunan gapura itu saat ini sudah selesai. “Saya belum tahu berapa hari tepatnya waktu itu pengerjaan diminta dihentikan sementara. Saya perlu mengevaluasi dulu pada pekerja di lapangan,” jelas Agus.

    Agus menambahkan penyelesaian pemasangan mahkota pada gapura itu sebenarnya tinggal sedikit lagi. Hanya kurang pemasangan beberapa ornamen. Para pekerja juga sudah dikerahkan untuk bekerja lembur.

    Menurut Agus, meski tidak masuk dalam perjanjian kerja sama, pihaknya akan memasang videotron yang diklaim bakal menjadi yang terbesar di Jawa Tengah. Videotron itu berukuran 10 x 5 meter dan siap didatangkan ke lokasi pekan ini. PT RAP mengeluarkan sekitar Rp3 miliar untuk membuat videotron itu.

    “Kami berharap pemkot bisa memberi sedikit toleransi. Kami mengerjakan ini juga tidak main-main, butuh ketelitian karena kami sangat mengutamakan estetika. Kami ingin gapura ini menjadi ikonnya Kota Solo,” tambahnya.

    Sementara itu, Sekda Solo, Budi Suharto, mengaku belum memberikan keputusan apapun terkait permintaan toleransi dari investor Gapura Makutha. “Kami minta mereka meminta surat bukti dari kepolisian bahwa pada saat presiden datang ke sini beberapa waktu lalu, mereka memang diminta untuk menghentikan pengerjaan untuk sementara, karena jalur itu digunakan untuk lalu lintas rombongan presiden dari hotel ke lokasi acara,” jelasnya.

    Sebagaimana diinformasikan, telah disepakati bahwa pemkot memberikan adendum terakhir ke pihak investor Gapura Makutha untuk menyelesaikan pembangunan gapura itu. Batas akhir adendum itu adalah akhir Juli dan jika batas waktu itu tidak dipenuhi maka pemkot akan mengambil alih proyek.


    Berita Rabu, 01/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • MAKANAN MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA Ditemukan Dalam Sidak
  • PEMUDIK DI REST AREA Solo Bakal Dihibur Kesenian Tradisional
  • GPH HERWASTO KUSUMO Dinilai Sangat Berkomitmen Dengan Karya Mangkunegaran
  • DITEMUKAN, MAKANAN RINGAN Diduga Dicampur Bahan Plastik
  • DPRD: Pengelolaan Dana di BLUD GLH Tidak Jelas
  • MAKANAN MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA Ditemukan Dalam Sidak

    Berita Kota Solo - MAKANAN MENGANDUNG ZAT BERBAHAYA Ditemukan Dalam Sidak

    SOLO--Tim gabungan di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Rabu (1/8/2012), melakukan inspeksi (Sidak) ke sejumlah toko distributor, ritel, dan pasar tradisional guna pengawasan pangan menjelang Lebaran.

    Pantauan Solopos.com, inspeksi dimulai dari Toko Lani di wilayah Kalitan, yang merupakan distributor kue dan makanan ringan. Di tempat tersebut tim menemukan indikasi kandungan zat pewarna merah untuk tekstil (rhodamin-B) pada kue widaran.

    Hingga berita ini diturunkan, tim masih melakukan inspeksi ke Carefour Solo Paragon, Toko Roti Lestari sebelah selatan Samsat, Pasar Kleco dan Pasar Gede.

    “Ini merupakan kegiatan rutin untuk pengawasan kualitas bahan makanan terutama saat Ramadan dan Lebaran di mana peredaran makanan meningkat secara tajam,” jelas Kasi Kefarmasian, Makanan, Minuman dan Perbekalan Kesehatan yang juga sekretaris tim, Anom Yuliansyah, di sela-sela inspeksi.

    Makanan yang terbukti mengandung bahan berbahaya, langsung disegel dan diminta untuk disisihkan dan dikembalikan ke produsen.


    Berita Rabu, 01/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • PEMUDIK DI REST AREA Solo Bakal Dihibur Kesenian Tradisional
  • GPH HERWASTO KUSUMO Dinilai Sangat Berkomitmen Dengan Karya Mangkunegaran
  • DITEMUKAN, MAKANAN RINGAN Diduga Dicampur Bahan Plastik
  • DPRD: Pengelolaan Dana di BLUD GLH Tidak Jelas
  • STASIUN JEBRES Akan Dipasangi Display Pemantau Tiket