UTANG PDAM SOLO Masih Rp45 M

Berita Kota Solo - UTANG PDAM SOLO Masih Rp45 M

SOLOâ€"Tanggungan utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo kepada pemerintah pusat hingga kini masih mencapai Rp45 miliar.

Tingginya beban utang PDAM tersebut menurut catatan DPRD sampai mempengaruhi besaran setoran keuntungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot)terhitung mulai tahun lalu. Pasalnya, pembayaran cicilan utang yang semula hanya Rp2 miliar per tahun mulai tahun lalu ditingkatkan menjadi Rp4 miliar per tahun.

Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto menjelaskan apabila tidak ada kenaikan nominal cicilan utang, sharing laba dari PDAM kepada Pemkot jauh lebih besar. “Namun karena ada perubahan nilai cicilan ya akhirnya pembagian laba menjadi lebih kecil,” jelasnya, Minggu (5/8/2012).

Dibandingkan kabupaten lain yang utangnya sudah lunas, menurut Supriyanto, mau tak mau masalah utang menjadi beban serius bagi PDAM Solo. Beruntung karena adanya perbaikan kinerja, sebagian dari tanggungan utang PDAM diputihkan oleh pemerintah pusat yakni dari kurang lebih Rp60 miliar menjadi tinggal Rp45 miliar.

“Nilai utang Rp45 miliar itu adalah nilai utang yang sudah mengalami penghapusan. Alasan adanya penghapusan adalah karena adanya peningkatan kinerja. Nah kami berharap kinerja PDAM yang bagus itu terus dipertahankan supaya ada kebijakan penghapusan selanjutnya dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Masih mengenai PDAM, Supriyanto menambahkan, saat ini panitia khusus (pansus) di DPRD juga tengah mempersiapkan peraturan daaerah (Perda) mengenai penyertaan modal yang digelontorkan untuk badan usaha milik daerah tersebut. Dalam Perda akan diatur penyertaan modal untuk PDAM mulai yang sumbernya dari APBD, APBN, hingga dari pemerintah luar negeri hingga 2014 nanti. Total bantuan untuk PDAM hingga dua tahun mendatang menurut Supriyanto mencapai Rp25 miliar.

Supriyanto berharap adanya bantuan bisa meningkatkan lagi jenis maupun kualitas pelayanan PDAM kepada masyarakat. “Sambil berupaya mengajukan penghapusan lagi, kami juga berharap penyertaan modal bisa meningkatkan pelayanan baik air bersih maupun air limbah kepada masyarakat.”


Berita Minggu, 05/8/2012 - sumber: Solopos

Berita Lainnya:
  • MASSA HTI Gelar Aksi Solidaritas Rohingya
  • ANGKUTAN LEBARAN: Brimob Dukung Pengamanan Angkutan Lebaran 2012
  • MENSOS Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solo Peduli
  • RAILBUS Siap Dioperasikan, Pemkot Sisir Jalur KA Jl Slamet Riyadi
  • GAPURA MAKUTHA: DPRD Minta Pemkot Kenakan Sanksi Denda
  • MASSA HTI Gelar Aksi Solidaritas Rohingya

    Berita Kota Solo - MASSA HTI Gelar Aksi Solidaritas Rohingya

    SOLO--Seratusan orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HIT), Minggu (5/8/2012) menggelar aksi solidaritas untuk muslim Rohingya yang mengalami penindasan di Myanmar. Aksi dilakukan dengan longmarch dari Masjid Muslim di timur Sriwedari sampai Bundaran Gladak.

    Pantauan Solopos.com, aksi dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti tidak hanya orang dewasa laki-laki tetapi juga anak-anak dan perempuan. Mereka membawa poster dari kertas, spanduk, bendera dan umbul-umbul. Beberapa poster bertuliskan permintaan agar Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengirimkan pasukan ke Myanmar untuk membela muslim Rohingya.

    Dua unit mobil dengan perangkat sound system melengkapi barisan longmarch. Beberapa orang di antaranya bergantian melakukan orasi. Sesampai di Gladak, massa menggelar orasi dan doa bersama.

    Pelaksana Humas HTI Soloraya, Addin Al Fatih, mengungkapkan dengan aksi itu pihaknya berharap ada tindakan nyata dari pemerintah Indonesia dan negara lain yang bertetangga dengan Myanmar seperti Malaysia dan Bangladesh untuk membantu Muslim Rohingya.

    “Mestinya para pemimpin negara yang beragama Islam itu terketuk hatinya untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan bantuan pasukan untuk mencegah penindasan berlanjut,” jelas Addin.


    Berita Minggu, 05/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:

    ANGKUTAN LEBARAN: Brimob Dukung Pengamanan Angkutan Lebaran 2012

    Berita Kota Solo - ANGKUTAN LEBARAN: Brimob Dukung Pengamanan Angkutan Lebaran 2012

    SOLO-Pengamanan angkutan Lebaran 2012 PT Kereta Api (KA) Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta bakal didukung Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Daerah Jateng. Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi pengamanan angkutan Lebaran 2012 di Joglo Stasiun Solo Balapan, Sabtu (4/8/2012).

    Manajer Pengamanan PT KA Daops VI Yogyakarta, Maryadi, saat ditemui wartawan di sela-sela rakor, Sabtu, mengemukakan dukungan dari jajaran Brimob tersebut akan disebar di 32 stasiun di wilayah operasional Daops VI Yogyakarta, yang meliputi Stasiun Kedung Banteng, Sragen sampai dengan Stasiun Jenar, Purworejo.

    “Untuk jumlah total personel Brimob yang akan mendukung pengamanan angkutan Lebaran 2012 di wilayah Jateng ada 219 orang, di mana masing-masing stasiun ada sekitar enam personel Brimob yang akan siaga 24 jam,” ujar Maryadi.

    Di samping itu, Maryadi menyebutkan pengamanan juga akan didukung oleh Polisi Khusus (Polsus) dan Satuan Pengamanan (Satpam) di masing-masing stasiun, termasuk dukungan tim kesehatan.


    Berita Sabtu, 04/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • MENSOS Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solo Peduli
  • RAILBUS Siap Dioperasikan, Pemkot Sisir Jalur KA Jl Slamet Riyadi
  • GAPURA MAKUTHA: DPRD Minta Pemkot Kenakan Sanksi Denda
  • SAMPAH: Kekurangan Tenaga Pengangkut Sampah Belum Terpenuhi
  • HUT RI: Ramadan, Lomba-lomba Fisik Ditiadakan
  • MENSOS Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solo Peduli

    Berita Kota Solo - MENSOS Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solo Peduli

    SOLO-Menteri Sosial (Mensos) RI, Dr Salim Segaf Al-Jufri meresmikan Rumah Bersalin Gratis (RBG) Solo Peduli, Jumat (3/8/2012). RBG yang beralamat di Jl Petir RT 001/RW 014 Gendingan, Jebres, terdiri tiga lantai.

    Lantai I terdiri ruang lobi, apotek, ruang periksa, ruang partus, tujuh ruang rawat inap dan musala. Menariknya, setiap ruang dilengkapi kamar mandi dalam dan air conditioner (AC). Untuk lantai II difungsikan sebagai kantor, sedangkan lantai III untuk ruang pertemuan.

    Biaya pengadaan tanah dan pembangunan RBG Solo Peduli sekitar Rp1,9 miliar. Direktur Pelaksana Solo Peduli, Supomo, dalam sambutannya mengatakan standar pelayanan RBG tetap berkualitas kendati gratis. Kehadiran RBG diharapkan menjadi solusi persoalan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan. Ironisnya sebagian besar di antara mereka berasal dari golongan masyarakat tidak mampu.

    Supomo menjelaskan RBG Solo Peduli telah eksis sejak 12 Desember 2007 lalu. RBG yang mengantongi izin sebagai rumah bersalin nomor 975/0872/PK/VII/2009 beroperasi selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Sumber daya manusia (SDM) RBG terdiri satu dokter spesialis kandungan, satu dokter umum, apoteker, fisioterapis, tujuh bidan, serta beberapa relawan medis terlatih.

    Jenis layanan yang diberikan meliputi USG, KB, periksa umum, periksa kesehatan ibu dan anak, manajemen terpadu anak Balita sakit, pemeriksaan kehamilan dan partus, penyuluhan kesehatan dan pembinaan spiritual. Sampai saat ini sudah ada 13.527 pasien yang memanfaatkan layanan di RBG Solo Peduli. “Seluruh biaya pembangunan RBG ini berasal dari masyarakat. Kendati gratis, tapi layanan berkualitas,” tegas Supomo.

    Lebih lanjut dia menyampaikan pihaknya bercita-cita mendorong Solo tidak hanya berkembang sebagai kota budaya. Melainkan juga Solo dikembangkan menjadi kota peduli. Sedangkan Mensos RI, Salim Segaf Al-Jufri mengapresiasi positif bertumbuhnya secara signifikan jumlah donatur dan donasi Solo Peduli. Bila pada tahun 1999 jumlah donatur Solo Peduli hanya 773 orang, tahun ini mencapai 36.485 orang.

    Begitu juga bila nilai donasi tahun 1999 hanya Rp7,1 juta, tahun 2011 lalu mencapai Rp5,7 miliar. Salim menyatakan keberadaan yayasan sosial seperti Solo Peduli sangat penting untuk mengurangi persoalan-persoalan sosial. Prinsip kepedulian seperti yang dijalankan Solo Peduli diharapkan bisa dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan.

    Selain meresmikan RBG Solo Peduli, Mensos juga berbuka puasa bersama ratusan anak yatim dan dhuafa Kota Bengawan di dekat TPA Putri Cempo tepatnya di Masjid An-Nuur Mojosongo. Dalam kesempatan itu diluncurkan program baru Solo Peduli yang diberi nama Solo Cinta Yatim.


    Berita Sabtu, 04/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • RAILBUS Siap Dioperasikan, Pemkot Sisir Jalur KA Jl Slamet Riyadi
  • GAPURA MAKUTHA: DPRD Minta Pemkot Kenakan Sanksi Denda
  • SAMPAH: Kekurangan Tenaga Pengangkut Sampah Belum Terpenuhi
  • HUT RI: Ramadan, Lomba-lomba Fisik Ditiadakan
  • PEMBANGUNAN TERMINAL TIRTONADI: Sidak, Komisi III Desak Pemkot Lobi Pemerintah Pusat
  • RAILBUS Siap Dioperasikan, Pemkot Sisir Jalur KA Jl Slamet Riyadi

    Berita Kota Solo - RAILBUS Siap Dioperasikan, Pemkot Sisir Jalur KA Jl Slamet Riyadi

    SOLO-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera mengkondisikan jalur rel kereta api (KA) di sepanjang Jl Slamet Riyadi Solo agar siap dilalui Railbus Batara Kresna. Hal itu menyusul kepastian akan dioperasikannya moda transportasi modern tersebut mulai Minggu (5/8).

    Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Yosca Herman Sudrajad membenarkan kepastian pengoperasian railbus mulai besok. Diakui Yosca, informasi tersebut bahkan diterimanya secara langsung dari Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Bambang Susantono, melalui pesan singkat yang dikirimkan Wamenhub kepadanya, Jumat (3/8/2012).

    “Tadi pagi Pak Wali [Walikota Solo, Joko Widodo] menanyakan kepastian tentang railbus kepada saya, kemudian saya pun segera meminta konfirmasi hal itu kepada Wamenhub. Dan melalui SMS, pak Wamenhub, memastikan railbus mulai dioperasikan Minggu (5/8),” terang Yosca saat dimintai informasi seputar rencana pengoperasian railbus, Jumat.

    Selama sepekan pertama sejak Minggu tersebut, Yosca mengatakan akan menjadi pekan sosialisasi. Rencananya, railbus akan melayani penumpang dengan jurusan Jogja-Solo-Sukoharjo.

    “Menurut jadwal PT KA [Kereta Api] Daops VI Yogyakarta, satu hari pengoperasian railbus PP [pulang-pergi]. Mulai diberangkatkan dari Solo ke Sukoharjo sekitar pukul 06.00 WIB. Dari Sukoharjo nanti ke Solo, kemudian baru ke Jogja. Nah dari Jogja nanti kembali ke Solo, diberangkatkan dari Jogja sekitar pukul 15.00 WIB,” papar Yosca.

    Sementara untuk tarif railbus, Yosca menyebutkan nilainya sebagaimana telah ditetapkan PT KA, yaitu Rp10.000 untuk jurusan Solo-Sukoharjo dan Rp20.000 untuk jurusan Solo-Jogja.

    Yosca menambahkan untuk mempersiapkan jalur railbus di tengah kota, Pemkot segera melakukan penyisiran untuk memangkas ranting-ranting pohon di sekitar rel KA di sepanjang Jl Slamet Riyadi.

    “Penyisiran di sepanjang Jl Slamet Riyadi akan dilakukan hingga Sabtu (4/8) besok,” katanya.


    Berita Jumat, 03/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • GAPURA MAKUTHA: DPRD Minta Pemkot Kenakan Sanksi Denda
  • SAMPAH: Kekurangan Tenaga Pengangkut Sampah Belum Terpenuhi
  • HUT RI: Ramadan, Lomba-lomba Fisik Ditiadakan
  • PEMBANGUNAN TERMINAL TIRTONADI: Sidak, Komisi III Desak Pemkot Lobi Pemerintah Pusat
  • SALURAN PEMBUANGAN AIR Selter Manahan Tak Memadai
  • GAPURA MAKUTHA: DPRD Minta Pemkot Kenakan Sanksi Denda

    Berita Kota Solo - GAPURA MAKUTHA: DPRD Minta Pemkot Kenakan Sanksi Denda

    SOLOâ€"DPRD Solo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) mengenakan denda kepada PT Rizki Adi Perkasa (RAP) selaku penanggungjawab pembangunan Gapura Makutha lantaran perusahaan tersebut untuk ketiga kalinya kembali melanggar deadline penyelesaian.

    Sebaliknya rencana pemutusan hubungan kerjasama dengan PT RAP tidak direkomendasikan. Pasalnya, pembangunan gapura telah berjalan jauh serta mekanisme pelanggaran waktu penyelesaian telah dirumuskan dalam memorandum of understanding (MoU) antara Pemkot dan PT RAP.

    Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto menegaskan memang berharap Pemkot berlaku tegas kepada PT RAP. Ketegasan itu apabila merujuk kepada MoU maka Pemkot harus berani mengenakan denda kepada PT RAP.

    “Sesuai MoU antara Pemkot dan PT RAP, rekanan harus membayar denda sebesar 1/1.000 untuk satu hari keterlambatan dan denda maksimal 5% dari nilai kontrak. Selanjutnya apabila mengacu kepada adendum ketiga, penyelesaian Gapura Makutha sudah mengalami keterlambatan selama tiga hari. Tinggal dikalikan saja kan berapa dendanya sampai hari ini hingga hari-hari selanjutnya sampai gapura selesai dikerjakan,” ujar Supriyanto, Jumat (3/8/2012).

    Mengenai alasan perwakilan PT RAP bahwa keterlambatan dikarenakan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY), Supriyanto menilai hal tersebut mengada-ada. Pasalnya kedatangan SBY di Kota Bengawan tak sampai dua hari sementara hingga tiga hari lebih dari waktu deadline, Gapura Makutha belum jadi juga.

    “Intinya saya berharap ada ketegasan. Tapi ya tidak perlu sampai pemutusan kerjasama karena apa-apanya kan sudah diatur dalam MoU. Kalau memang sanksinya denda ya didenda saja,” ujarnya.

    Sementara itu Ketua DPRD Solo, YF Sukasno meminta PT RAP segera menyelesaikan pembangunan Gapura Makutha. Apalagi Hari Lebaran sudah dekat. “Menurut saya kalau pembangunan gapura belum juga selesai hingga Lebaran jelas akan mengganggu arus mudik. Kasihan masyarakat kalau yang demikian terjadi,” kata Kasno.


    Berita Jumat, 03/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • SAMPAH: Kekurangan Tenaga Pengangkut Sampah Belum Terpenuhi
  • HUT RI: Ramadan, Lomba-lomba Fisik Ditiadakan
  • PEMBANGUNAN TERMINAL TIRTONADI: Sidak, Komisi III Desak Pemkot Lobi Pemerintah Pusat
  • SALURAN PEMBUANGAN AIR Selter Manahan Tak Memadai
  • Ratusan Umat Islam Galang Dukungan untuk Rohingya
  • SAMPAH: Kekurangan Tenaga Pengangkut Sampah Belum Terpenuhi

    Berita Kota Solo - SAMPAH: Kekurangan Tenaga Pengangkut Sampah Belum Terpenuhi

    SOLO-Kekurangan tenaga pengangkut sampah di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo, hingga tahun ini dipastikan belum bisa terpenuhi.

    Kepala Bidang Persampahan DKP Kota Solo, Sudiyatno, mengemukakan tahun ini pihaknya telah mengajukan 10 tenaga tambahan pengangkut sampah, yang diharapkan bisa direkrut melalui sistem outsourcing. Hal itu dengan mempertimbangkan sejumlah tenaga tenaga pengangkut sampah berstatus pegawai negeri sipil (PNS), yang mulai memasuki pensiun.

    Saat ini jumlah tenaga pengangkut sampah dan sopir truk sampah di DKP tercatat sejumlah 161 orang yang terbagi dalam 23 tim pengangkut. Dari jumlah tersebut, 35 tenaga yang terbagi dalam lima tim berstatus PNS. Sisanya merupakan tenaga outsourcing dan sebagian sudah berusia di atas 56 tahun. Tenaga pengangkut sampah di DKP tersebut bertugas mengambil sampah dari tempat pembuangan sampah (TPS) ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA).

    “Kalau melihat jumlah ideal, sebenarnya DKP membutuhkan dua tim lagi, atau sekitar 15 orang. Terutama untuk jalur pengambilan sampah yang padat. Tetapi kami coba mengajukan 10 orang dulu,” ujar Sudiyatno kepada wartawan, Jumat (3/8/2012).

    Sayangnya, pengajuan tenaga tambahan untuk kebutuhan pengangkut sampah tersebut ternyata dinilai belum menjadi prioritas. DKP diminta untuk mengoptimalkan terlebih dulu tenaga outsourcing yang ada saat ini. ”Ya ternyata belum lolos,” katanya.

    Selain mengajukan tambahan tenaga pengangkut sampah, Sudiyatno mengatakan pihaknya juga berencana mengajukan tambahan tunjangan untuk mereka. Kenaikan tunjangan tersebut merupakan alternatif selain menaikkan upah para tenaga pengangkut sampah itu.

    “Upahnya [tenaga pengangkut sampah] saat ini disesuaikan dengan UMK [upah minimum kota]. Memang kalau melihat tugas mereka yang cukup berat, seharusnya upah mereka di atas UMK. Tetapi karena APBD belum memungkinkan, menaikkan tunjangan merupakan alternatif yang bisa dipilih untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” terangnya.


    Berita Jumat, 03/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • HUT RI: Ramadan, Lomba-lomba Fisik Ditiadakan
  • PEMBANGUNAN TERMINAL TIRTONADI: Sidak, Komisi III Desak Pemkot Lobi Pemerintah Pusat
  • SALURAN PEMBUANGAN AIR Selter Manahan Tak Memadai
  • Ratusan Umat Islam Galang Dukungan untuk Rohingya
  • Bahan Terbakar pada Cumi-Cumi Diduga Parafin